Mediatics Digital Indonesia

Ketika Comment Section Jadi Main Character: A New Perspective for Every Advertising Agency

Ketika Comment Section Jadi Main Character: A New Perspective for Every Advertising Agency

Pernah nggak, kamu nemu video lucu di TikTok, terus awalnya cuma mau nonton sebentar. Tapi begitu buka kolom komentar, malah ketawa lebih kenceng, nemu konteks baru, atau bahkan ikut nimbrung karena ternyata banyak orang punya pemikiran yang sama? Sometimes, the content is just the beginning. The real entertainment happens in the comments. Di Indonesia, fenomena ini makin terasa. Audiens nggak cuma menikmati konten, tapi juga menikmati bagaimana orang lain meresponsnya. Bahkan, nggak jarang komentar justru menjadi alasan seseorang bertahan lebih lama di sebuah post. The Comment Section Is Becoming an Experience of Its Own Dulu, comment section mungkin cuma dianggap sebagai tempat meninggalkan feedback atau reaksi. Sekarang, fungsinya berkembang jadi semacam second layer of content. Sebuah video sederhana bisa terasa jauh lebih lucu karena komentar netizen yang witty. Konten yang awalnya membingungkan bisa jadi lebih informatif karena ada yang menambahkan konteks. Bahkan, satu komentar relatable seperti “ternyata bukan cuma gue yang mikir gini” bisa memicu percakapan panjang. Ada beberapa alasan kenapa kita betah membaca komentar: Information: Mendapatkan konteks atau informasi yang nggak ada di video. Perspective: Melihat sudut pandang orang lain yang mungkin nggak terpikir sebelumnya. Entertainment: Menemukan punchline, meme, atau jokes yang lebih lucu dari konten aslinya. Discovery: Menemukan istilah, topik, atau hal baru yang akhirnya bikin kita search sendiri.   Menariknya, perilaku ini juga berkaitan dengan bagaimana audiens menggunakan social media sebagai search engine. TikTok Marketing Science bersama WARC dalam Global Future of Search Study (2025) menemukan bahwa 2 dari 3 pengguna TikTok yang melakukan pencarian menemukan hal berguna di luar apa yang awalnya mereka cari. Artinya, sebuah interaksi bisa membuka pintu menuju discovery yang lebih luas. When the Audience Becomes Part of the Content Yang menarik, percakapan ini nggak selalu berhenti di kolom komentar. Komentar lucu bisa di-screenshot, dijadikan meme, direact oleh creator, bahkan berkembang menjadi konten baru. This is where audience participation becomes part of the creative process. Dalam TikTok Next 2026 Trend Report, TikTok juga menyoroti bagaimana komentar, meme, dan interaksi komunitas semakin menjadi bagian dari creative canvas sebuah brand. Buat brand dan content creator, ini membuka perspektif baru: konten yang engaging bukan cuma konten yang enak ditonton, tetapi juga konten yang punya sesuatu untuk dibicarakan. What This Means for Brands and Marketers Bagi sebuah brand, membuat konten yang menarik perhatian saja mungkin belum cukup. Pertanyaannya sekarang: apakah konten tersebut punya ruang untuk audiens ikut berpartisipasi? Bukan berarti semua konten harus dibuat kontroversial atau sengaja memancing engagement. Justru, konten yang relatable, entertaining, dan culturally relevant sering kali memberikan ruang percakapan yang lebih natural. Di sinilah peran strategic content planning menjadi penting. Baik untuk company branding maupun KOL campaign, memahami audience behavior bisa membantu brand menemukan angle yang lebih dekat dengan keseharian audiens. Sebagai advertising agency, media agency, marketing agency, hingga influencer agency atau KOL agency, memahami dinamika ini juga menjadi bagian dari bagaimana sebuah campaign dirancang. Creator agency pun perlu melihat creator bukan hanya sebagai talent yang menyampaikan pesan, tetapi sebagai individu yang punya komunitas dan conversation style tersendiri. Karena pada akhirnya, engagement bukan cuma soal berapa banyak orang yang melihat sebuah konten. It’s also about what happens after they watch it. We Came for the Video. But We Stayed for the Comments. Mungkin kita memang nggak selalu mencari sesuatu yang spesifik ketika membuka kolom komentar. Kadang cuma ingin tertawa, mencari validasi, atau melihat apakah orang lain menangkap joke yang sama. Tapi dari interaksi sederhana itu, audiens bisa menemukan informasi, hiburan, perspektif, bahkan cerita baru. The content gets people in. The conversation makes them stay. And sometimes, the most interesting part of a post isn’t the post itself. It’s what everyone has to say about it. Mediatics akan bantu brand-mu untuk menggali insight, menemukan cultural moments, dan mengembangkan campaign di media sosial yang bisa menghidupkan kolom komentar dan menjalin koneksi yang kuat dengan para audiens. Contact our Business Development team today!

Nostalgia Marketing: Rahasia Tren Lama Kembali Populer

Nostalgia Marketing: Rahasia di Balik Kembalinya Tren Lama Seperti Y2K

Y2K kembali populer. Tapi apakah ini hanya tren sesaat? Mulai dari fashion, gadget, hingga lifestyle, banyak elemen dari era 2000-an yang kembali muncul dan digemari oleh generasi saat ini. Beberapa contoh di antaranya, digital camera kembali ramai digunakan, wired earphones yang sempat dianggap ketinggalan zaman mulai muncul lagi, hingga berbagai brand mulai menghadirkan kembali produk dan tema campaign dari masa lalu. Ternyata, fenomena ini bukan terjadi secara kebetulan. Ada pola yang membuat tren lama kembali relevan. Di Balik Kembalinya Y2K: Ada Siklus Nostalgia 20 Tahun Tren budaya sering mengalami pola berulang. Salah satunya dikenal sebagai 20-Year Nostalgia Cycle, yaitu fenomena ketika sesuatu yang populer sekitar 20 tahun lalu kembali mendapatkan perhatian dari generasi saat ini. Contohnya, tren fashion tahun 1990-an kembali populer pada era 2010-an & estetika Y2K dari awal 2000-an kembali menjadi tren di tahun 2020-an. Bagi generasi yang pernah mengalami era tersebut, tren ini membawa rasa familiar. Namun bagi Gen Z, elemen-elemen lama tersebut terasa baru, unik, dan menjadi cara untuk mengekspresikan identitas mereka. Kenapa Nostalgia Bisa Memengaruhi Konsumen? Nostalgia bukan hanya tentang mengingat masa lalu. Lebih dari itu, nostalgia menciptakan hubungan emosional antara konsumen dengan sebuah pengalaman. Ketika sebuah brand menghadirkan kembali sesuatu yang familiar, konsumen dapat merasakan Kedekatan emosional Rasa nyaman dan familiar Hubungan personal dengan brand Bagi Gen Z, nostalgia juga menjadi bentuk kreativitas. Mereka tidak hanya mengulang tren lama, tetapi menggabungkannya dengan gaya modern untuk menciptakan sesuatu yang terasa personal. Nostalgia Bisa Mendorong Keputusan Pembelian Di tengah banyaknya pilihan brand saat ini, koneksi emosional menjadi salah satu faktor yang dapat membedakan sebuah produk. Berbagai studi menunjukkan bahwa konsumen yang memiliki keterikatan nostalgia cenderung memberikan nilai lebih tinggi terhadap sebuah produk karena adanya emotional connection. Artinya, nostalgia marketing bukan hanya tentang membuat campaign terlihat menarik, tetapi juga menciptakan alasan bagi konsumen untuk merasa lebih dekat dengan brand. Bagaimana Brand Memanfaatkan Nostalgia Marketing? 1. Coca-Cola: Menghidupkan Kembali Momen Personal Melalui kampanye Share a Coke, Coca-Cola menghadirkan kembali pengalaman personal dengan menampilkan nama-nama konsumen pada kemasan produk. Insight: Nostalgia yang efektif bukan hanya mengingatkan masa lalu, melainkan juga menghidupkan kembali perasaan yang pernah dirasakan konsumen. 2. Taco Bell: Membawa Kembali Produk Ikonik Taco Bell menghadirkan kembali menu-menu favorit dari berbagai dekade melalui Decades Menu. Insight: Produk lama dapat menjadi bahan percakapan baru ketika dikemas dengan konteks yang relevan. 3. Polaroid: Nostalgia sebagai Jawaban dari Digital Fatigue Ketika konsumen semakin terbiasa dengan dunia digital dan AI, pengalaman menggunakan kamera analog kembali memiliki daya tarik tersendiri. Insight: Kadang konsumen tidak mencari teknologi terbaru, tetapi pengalaman yang terasa lebih autentik. 4. Motorola Razr: Menggabungkan Masa Lalu dengan Masa Kini Motorola menghadirkan kembali pengalaman Razr tahun 2004 melalui perangkat modern dengan sentuhan retro. Insight: Nostalgia paling efektif bukan sekadar mengulang masa lalu, tetapi memberikan versi baru yang sesuai dengan kebutuhan saat ini. Apa yang Bisa Brand Pelajari dari Nostalgia Marketing? Fenomena Y2K menunjukkan bahwa masa lalu masih memiliki nilai ketika dikemas dengan cara yang relevan. Brand dapat mulai mengeksplorasi: Cerita atau momen apa yang memiliki emotional value bagi audiens? Produk atau campaign apa yang bisa kembali dihidupkan? Bagaimana membuat sesuatu yang familiar terasa baru kembali? Karena pada akhirnya, nostalgia bukan hanya tentang melihat ke belakang. Nostalgia adalah cara brand menciptakan koneksi yang lebih kuat dengan konsumen hari ini. Jadikan Nostalgia Marketing sebagai Peluang Baru untuk Brand-mu Setiap brand memiliki cerita yang dapat kembali relevan di momen yang tepat.  Mediatics akan bantu brand-mu untuk menggali insight, menemukan cultural moments, dan mengembangkan campaign yang bisa menghidupkan kembali koneksi dengan audiens. Contact our Business Development team today!

Optimalkan Branded Content lewat Influencer Management yang Tepat

Optimalkan Branded Content lewat Influencer Management yang Tepat

Dalam sebuah influencer campaign, proses produksi dan publikasi konten sering kali menjadi fokus utama. Padahal, potensi branded content tidak berhenti setelah konten tayang. Dengan influencer management yang tepat, konten dapat terus dievaluasi, dikembangkan, dan diperluas jangkauannya melalui ads untuk mendukung hasil campaign secara lebih optimal. Audience Makin Menghindari Konten yang Terasa seperti Iklan Audiens saat ini semakin terbiasa melihat promosi di media sosial. Ketika konten terlihat terlalu hard selling, mereka dapat dengan mudah mengenalinya dan langsung melewatinya. Karena itu, brand mulai menggunakan konten influencer untuk menyampaikan pesan dengan melalui gaya komunikasi yang lebih dekat dan familiar bagi audiens. Namun, menggunakan influencer tidak otomatis membuat konten terasa natural atau memiliki performa yang kuat. Hasilnya tetap bergantung pada bagaimana proses influencer management dijalankan sejak awal. Proses Influencer Management di Balik Branded Content yang Efektif Di balik branded content yang terasa natural, ada proses influencer management yang saling berkaitan: 1. Seleksi Influencer yang relevan: Influencer perlu dipilih berdasarkan kesesuaian persona, karakter audiens, gaya komunikasi, dan performa kontennya. 2. Brief yang tetap memberikan ruang kreativitas: Brief perlu menjaga pesan utama brand tanpa membatasi influencer dalam menyampaikannya melalui gaya mereka sendiri. 3. Review draft sebelum konten tayang: Proses ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan brand dan karakter asli influencer, mulai dari hook, alur cerita, hingga integrasi produk. 4. Penjadwalan sesuai momentum campaign: Waktu publikasi perlu direncanakan agar konten tayang pada momentum yang tepat dan mendapatkan peluang exposure awal yang lebih optimal.  5. Monitoring performa konten: Setelah tayang, metrics seperti views, likes, comments, shares, dan saves dapat membantu brand melihat konten mana yang paling mendapatkan respons dan berpotensi diperluas.   Melalui proses tersebut, branded content tidak hanya dibuat untuk memenuhi jadwal posting, tetapi dikembangkan agar lebih relevan dan berpotensi memberikan performa yang lebih maksimal. Konten yang Works Bisa Diperluas melalui Boost Ads Ketika sebuah branded content mempunyai engagement yang tinggi, brand dapat memperluas jangkauannya melalui boost ads. Dengan cara ini, konten dapat menjangkau audiens yang lebih luas tanpa kehilangan gaya penyampaian influencer. Social proof berupa views, likes, dan comments yang telah terkumpul pada postingan asli juga tetap bisa dipertahankan. Namun, penggunaan konten untuk boost ads tidak dapat dilakukan begitu saja. Brand perlu memiliki kesepakatan dengan influencer yang memberikan izin agar kontennya dapat digunakan untuk kebutuhan ads. Idealnya, kebutuhan ini sudah dibicarakan sejak awal kerja sama. Kesepakatan ini biasanya mencakup kesediaan influencer memberikan boost code, durasi boost, serta biaya tambahan yang berlaku.  Dengan kebutuhan boost yang sudah direncanakan sejak awal, brand dapat lebih cepat memperluas konten yang memiliki engagement tinggi dan akhirnya berpotensi memberikan hasil campaign yang lebih efisien. Berdasarkan benchmark 2026 yang dirangkum Benly, TikTok Spark Ads mencatat cost per acquisition (CPA) sekitar 28–35% lebih rendah dibandingkan regular In-Feed Ads pada berbagai conversion objectives. Hal ini menunjukkan bahwa memperluas konten organik yang telah terbukti perform dapat membantu brand untuk menjangkau audiens lebih efisien. Karena itu, performa branded content tidak hanya ditentukan ketika konten tayang, tetapi juga bagaimana keseluruhan prosesnya direncanakan dan dikelola sejak awal. Kelola influencer campaign dari awal hingga akhir bersama Mediatics! Mediatics bisa bantu brand-mu handle influencer marketing secara end-to-end, mulai dari seleksi KOL, pengelolaan konten, monitoring performa, hingga eksekusi boost ads. Dengan strategi yang terintegrasi, setiap branded content bisa dibuat lebih relevan, terasa natural bagi audiens, dan dimaksimalkan untuk mendukung objective campaign. Contact our Business Development team today!

GEO: Strategi Baru agar Brand Muncul di Era AI Search

GEO: Strategi Baru agar Brand Muncul di Era AI Search

Selama lebih dari dua dekade, strategi visibilitas digital banyak berpusat pada satu tujuan utama. yaitu muncul di halaman pertama Google. Di mana SEO jadi prioritas, keyword jadi acuan, dan posisi di SERP sering dianggap sebagai indikator utama keberhasilan. Namun, cara audiens mencari informasi mulai berubah. Mereka tidak lagi selalu mengetik keyword di Google, membuka beberapa link, lalu membandingkan informasi satu per satu.  Kini, semakin banyak audiens yang langsung bertanya ke AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Google AI Overviews untuk mendapatkan jawaban yang sudah dirangkum. Per Oktober 2025, McKinsey melaporkan bahwa 50% konsumen sudah menggunakan AI search sebagai salah satu cara utama mencari informasi dan membuat keputusan. Bahkan di kalangan Gen Z angkanya lebih tinggi, sebanyak 35% menjadikan AI sebagai titik awal mereka untuk riset. Apa itu GEO? GEO atau Generative Engine Optimization adalah praktik mengoptimasi konten digital agar lebih mudah ditemukan, dipahami, dan dikutip oleh platform AI ketika menjawab pertanyaan dari audiens. Jika SEO berfokus untuk mendorong orang mengunjungi website, GEO berfokus untuk membuat konten brand menjadi bagian dari jawaban yang diberikan AI. Artinya, brand tetap bisa hadir dalam proses pencarian audiens, bahkan ketika mereka belum pernah mengklik atau mengunjungi website brand tersebut. Kenapa SEO Saja Tak Lagi Cukup? SEO tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.  Dalam lima bulan pertama 2025, sesi yang dirujuk dari AI search meningkat hingga 527% year-over-year (Previsible AI Traffic Report, 2025). Di sisi lain, Google AI Overviews kini muncul di 23% dari seluruh pencarian. Untuk query yang bersifat informasional dan lokal, angkanya bahkan bisa lebih tinggi. Dari tren ini, terlihat bahwa muncul di halaman pertama Google tidak selalu berarti brand akan ikut muncul dalam jawaban AI. Keduanya saling berhubungan, tetapi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Bagaimana Cara AI Memilih Konten yang Dikutip? AI search tidak membaca konten dengan cara yang sama seperti manusia. Platform AI biasanya memecah halaman menjadi bagian-bagian kecil, lalu menilai bagian tersebut berdasarkan relevansi, struktur, dan kredibilitas nya. Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan: 1. Struktur Konten yang Jelas Konten yang langsung menjawab pertanyaan di awal paragraf, memiliki heading yang rapi, dan dilengkapi FAQ akan lebih mudah dipahami dan dikutip oleh AI. Platform AI cenderung mencari jawaban yang bisa langsung digunakan, bukan paragraf panjang yang baru menyampaikan inti di bagian akhir. 2. Kredibilitas Sumber Riset dari Princeton menunjukkan bahwa AI search lebih cenderung mengutip earned media dibanding konten yang hanya berasal dari kanal milik brand sendiri. Artinya, reputasi brand di luar website resmi juga berpengaruh terhadap seberapa besar peluang konten tersebut dipilih sebagai referensi. 3. Kebaruan Konten AI search juga mempertimbangkan relevansi dan tanggal publikasi. Artikel lama yang tidak pernah diperbarui berpotensi kalah dari artikel yang lebih baru, terutama untuk topik yang terus berkembang. Karena itu, strategi GEO bukan hanya soal membuat konten baru, tetapi juga memastikan konten lama tetap relevan dan diperbarui secara berkala. GEO Bukan Pengganti SEO, Tapi Pengembangan Strategi Search GEO tidak menggantikan SEO. Sebaliknya, GEO hadir sebagai pengembangan dari strategi search yang sudah ada. SEO tetap berperan penting untuk membangun fondasi digital brand, mulai dari performa website, kualitas konten, hingga visibilitas di hasil pencarian Google. Fondasi ini masih relevan karena platform AI juga membutuhkan sumber yang kredibel untuk menyusun jawabannya. Namun, di era AI search, konten tidak cukup hanya bisa ditemukan. Konten juga harus mudah dipahami, dirangkum, dan dikutip oleh AI. Karena itu, GEO menjadi lapisan tambahan yang membantu brand tetap muncul dalam proses pencarian audiens, bahkan ketika pencarian tersebut tidak lagi dimulai dari search engine konvensional. Strategi terbaik ke depan adalah menggabungkan keduanya, yaitu SEO untuk membangun fondasi & GEO untuk memperluas peluang brand untuk muncul di jawaban AI. 3 Hal yang Bisa Brand Lakukan untuk Memulai GEO Brand tidak harus langsung merombak seluruh strategi konten dari awal. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan: 1. Audit konten yang sudah ada Cek kembali artikel, landing page, atau halaman penting yang sudah dimiliki brand. Apakah kontennya sudah menjawab pertanyaan audiens secara langsung di bagian awal? Atau masih terlalu fokus mengejar keyword tanpa memberikan jawaban yang jelas? 2. Tambahkan FAQ section Format tanya-jawab adalah salah satu format yang paling mudah dipahami dan dikutip oleh AI. Coba buat pertanyaan yang mungkin diajukan audiens ke ChatGPT atau Gemini, lalu jawab dengan jelas di dalam konten. 3. Mulai ukur visibilitas di AI search Brand bisa mulai dengan cara manual. Coba ketik pertanyaan yang relevan dengan kategori brand di ChatGPT atau Gemini, lalu lihat apakah brand muncul dalam jawaban.  Saatnya Bikin Brand-mu Lebih Relevan Bareng Mediatics! Cara audiens mencari informasi terus berubah. Karena itu, brand perlu punya pendekatan yang tidak hanya relevan untuk hari ini, tetapi juga siap mengikuti perkembangan ke depan.  Mediatics siap membantu brand-mu membangun fondasi digital yang lebih adaptif, agar tetap mudah ditemukan, dipahami, dan dipilih oleh audiens. Contact our Client Relation now!

Bikin Gen Z Tertarik Lewat 3 Strategi Digital Marketing Ini

Bikin Gen Z Tertarik Lewat 3 Strategi Digital Marketing Ini

Gen Z saat ini menjadi kelompok generasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Gen Z mencakup 24,93% dari total 284,67 juta penduduk Indonesia, atau sekitar 71 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Gen Z punya pengaruh besar terhadap cara brand membangun komunikasi di era digital. Namun, Gen Z bukan audiens yang mudah diyakinkan lewat ads biasa. Mereka terbiasa hidup di tengah banyak pilihan, melihat review produk, dan memperhatikan rekomendasi influencer sebelum akhirnya percaya pada sebuah brand. Karena itu, sebelum menentukan strategi digital marketing yang tepat, brand perlu memahami dulu karakter Gen Z dan cara mereka melihat sebuah brand. Yakin brand-mu sudah mengenal audiens Gen Z? Strategi digital marketing untuk Gen Z perlu dimulai dari pemahaman tentang cara mereka berpikir. Gen Z tidak hanya menerima pesan brand begitu saja, tetapi mereka juga menilai apakah pesan tersebut relevan, organik, dan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Brand perlu memahami karakter Gen Z sebelum menentukan pendekatan komunikasi yang tepat.  1. Selektif terhadap pesan brand Gen Z terbiasa melihat banyak konten setiap hari, mulai dari short-form video, thread, sampai meme. Dengan kebiasaan seperti itu, Gen Z memang bisa cepat menangkap pesan, tetapi juga langsung scroll down kalau kontennya terasa gak relevan.  Brand perlu membuat hook, visual, dan headline yang mampu menarik perhatian Gen Z sejak awal, sambil memastikan pesan utama & value tetap tersampaikan dengan jelas. 2. Menilai brand dari rekomendasi orang lain Rata-rata Gen Z tidak langsung percaya hanya karena brand mengklaim dirinya bagus. Sebelum memilih brand, biasanya Gen Z akan melihat review, rekomendasi influencer, atau pengalaman dari orang lain.  That’s why, brand perlu membangun social proof di berbagai touchpoint.  Ketika pesan brand diperkuat oleh sumber yang kredibel, Gen Z akan lebih mudah melihat brand sebagai pilihan yang bisa dipercaya. 3. Lebih suka brand yang natural & apa adanya Gen Z cenderung memilih brand yang komunikasinya natural dan apa adanya. Mereka bisa dengan cepat mengenali pesan yang terlalu dipaksakan atau tidak sesuai dengan karakter brand.  Dalam strategi digital marketing, authenticity bukan berarti brand harus selalu ikut tren yang lagi populer. Yang lebih penting adalah apakah brand bisa menyampaikan pesan dengan cara yang relevan, konsisten, dan sesuai dengan karakter brand itu sendiri. Kalau sudah memahami cara Gen Z melihat brand, langkah berikutnya adalah menentukan strategi yang sesuai. Karena untuk menjangkau mereka, brand nggak cukup hanya muncul di banyak channel, tapi juga perlu hadir dengan pesan dan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa strategi digital marketing yang cocok untuk menjangkau Gen Z 3 Strategi Digital Marketing buat Jangkau Gen-Z 1. Buat pesan yang autentik & mudah dipahami Untuk menjangkau Gen Z, brand perlu mulai dari pesan yang jelas.  Apa yang ingin disampaikan? Kenapa pesan itu penting buat audiens? Dan bagaimana cara menyampaikannya dengan soft-selling? Pesan yang terlalu formal, hard-sell, atau terlalu mengikuti tren tanpa konteks bisa membuat brand terlihat kurang relevan. Sebaliknya, pesan yang natural dan sesuai konteks justru lebih mudah membuat Gen Z tertarik. 2. Jangkau Gen Z lewat influencer marketing Strategi digital marketing selanjutnya adalah influencer marketing.  Buat Gen Z, rekomendasi yang terasa “dekat” biasanya lebih mudah dipercaya. Pemilihan influencer yang tepat bisa membantu brand menyampaikan pesan dengan cara yang lebih ringan, relatable, dan soft-selling. 3. Bangun trust dengan Gen Z lewat media placement Strategi selanjutnya adalah media placement. Dalam strategi digital marketing, media placement perlu dirancang secara strategis agar exposure yang dihasilkan sesuai dengan target audiens dan objective campaign. Formatnya bisa mencakup display ads, social ads, YouTube ads, hingga placement lain yang disesuaikan dengan konteks campaign dan efisiensi budget. Buat Gen Z, hal ini penting karena kredibilitas brand tidak hanya dibangun dari owned channel. Kehadiran di media yang relevan dapat memperkuat social proof dan membantu brand lebih mudah dipercaya. Saatnya bikin brand-mu lebih relevan bareng Mediatics! Mediatics siap bantu brand-mu bikin strategi digital marketing buat Gen Z yang lebih relevan dan tepat sasaran lewat Influencer Marketing dan Media Placement. Contact our Client Relation now!

TikTok Go: Strategi Affiliate Marketing Baru untuk Bisnis Lokal

TikTok Go: Cara Kerja Affiliate Marketing Baru untuk Bisnis Lokal

Saat ini TikTok bukan cuma berfungsi sebagai platform hiburan, tapi juga dijuluki sebagai “the new search engine”. Banyak orang mencari rekomendasi tempat wisata, hotel, restoran, hingga activity lewat video TikTok. Dari sinilah TikTok Go hadir sebagai salah satu bentuk affiliate marketing yang bisa menghubungkan bisnis, kreator, dan calon konsumen dalam satu ekosistem. Apa itu TikTok Go? Berbeda dari TikTok Shop Affiliate yang sering digunakan untuk menjual produk, TikTok Go adalah program affiliate marketing dari TikTok yang memungkinkan para kreator untuk membuat konten promosi bagi bisnis lokal seperti hotel, restoran, tempat wisata, dan atraksi/aktivitas. Kreator dapat menambahkan link, geotag, atau link promosi tertentu ke dalam konten mereka dan mendapatkan komisi ketika audiens melakukan transaksi lewat konten tersebut. Manfaat TikTok Go untuk Bisnis Meskipun baru diluncurkan pada Agustus 2025 di Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia, tapi TikTok Go punya banyak keunggulan untuk bisnis, antara lain: 1. Brand discovery meningkat secara organik Buat bisnis lokal, TikTok Go bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan visibilitas. Ketika kreator membuat konten tentang restoran, hotel, atau destinasi wisata, bisnis tersebut berpeluang muncul di FYP audiens yang memang tertarik dengan rekomendasi di lokasi yang sama. 2. Konten terasa lebih autentik Konten dari kreator biasanya terasa lebih natural karena tidak terlihat seperti iklan yang dibuat-buat. Audiens bisa melihat bisnis dengan cara yang lebih relatable lewat format review, rekomendasi, atau storytelling. 3. Campaign lebih mudah diukur Karena konsepnya affiliate, efektivitas campaign bisa diukur melalui klik/tap, booking, pembelian, atau transaksi. Hal ini membuat campaign lebih measurable dan brand bisa mengoptimalkan strategi promosi lebih mudah. 4. Memperluas exposure di luar akun brand Tidak semua akun brand punya reach organik yang besar, terutama jika baru mulai aktif di TikTok. Dengan TikTok Go, bisnis bisa mendapatkan exposure tambahan dari konten kreator yang memiliki audiens dan komunitasnya sendiri. Cara Optimize TikTok Go Biar Maksimal Agar hasilnya optimal, TikTok Go perlu dijalankan dengan strategi yang tepat, antara lain: 1. Pilih creator yang relevan dengan target audiens Agar campaign berjalan maksimal, bisnis perlu memilih kreator yang relevan dengan target audiens dan tidak terpaku dengan jumlah followers yang dimiliki. Misalnya, restoran akan lebih efektif bekerja sama dengan kreator kuliner lokal yang punya engagement tinggi dibanding kreator umum dengan audiens yang terlalu luas. 2. Pakai angle konten yang relatable Agar konten lebih mudah diterima, gunakan angle yang sesuai dengan kebiasaan audiens saat mencari rekomendasi di TikTok. Misalnya, “tempat makan buat nge-date”, “rekomendasi hotel buat staycation”, atau “rekomendasi tempat buat WFC”. 3. Pakai keyword yang relevan untuk TikTok Search Selain SEO di Google, konten TikTok Go juga perlu dioptimalkan agar pencarian di TikTok lebih maksimal. Pakai keyword yang relevan di caption, text overlay, dan voice over, seperti “restoran fancy di Jakarta Selatan”, “hotel murah di Bandung”, atau “kafe aesthetic di Kemang” supaya visibility-nya meningkat. 4. Pantau performance kreator dan konten Agar campaign TikTok Go lebih terukur, bisnis perlu memantau performa setiap kreator dan konten secara rutin. Beberapa metrik yang bisa dilihat antara lain views, engagement rate, click-through rate, booking, purchase, conversion rate, dan cost per conversion. 5. Boost konten terbaik dengan ads Konten kreator yang memiliki performa baik bisa diperkuat dengan paid media seperti Spark Ads atau TikTok Ads. Strategi ini membantu konten menjangkau audiens yang lebih luas dan membuat hasil campaign TikTok Go lebih maksimal. Apakah TikTok Go Cocok untuk Bisnismu? TikTok Go cocok untuk bisnis yang ingin menggabungkan strategi influencer marketing, organic discovery, dan performance-based affiliate dalam satu strategi. Dengan pendekatan yang tepat, brand bisa membangun awareness, menjangkau audiens lokal, sekaligus mendorong tindakan yang lebih terukur seperti klik, reservasi, atau transaksi. Akan tetapi, keberhasilan TikTok Go sangat bergantung pada eksekusi. Bisnis perlu memahami siapa target audiensnya, kreator seperti apa yang paling relevan, pesan yang perlu disampaikan, dan bagaimana performa campaign akan diukur dari waktu ke waktu. Diskusikan strategi marketing yang tepat buat bisnismu bareng Mediatics! Mediatics siap bantu brand-mu bikin strategi affiliate marketing yang lebih relevan, kreatif, dan tepat sasaran. Dari ide campaign sampai optimasi performa, semuanya bisa dirancang sesuai kebutuhan bisnismu. Contact our Client Relation now!

TikTok Ads adalah Tren Baru dalam Beriklan? Cari Tahu di Sini!

TikTok Ads adalah Tren Baru dalam Beriklan? Cari Tahu di Sini!

Siapa yang di sini main TikTok? Rasa-rasanya semua orang makin menggandrungi platform satu ini, ya! Kalau dulu TikTok sekedar tempat untuk cari hiburan, semakin ke sini makna tersebut kian bergeser. Kini akhirnya banyak brand yang menggunakan platform TikTok sebagai salah satu wadah marketing mereka. TikTok Ads adalah langkah adaptif TikTok untuk terus memetakan potensi baru mereka di segmen yang lain. Khususnya pemilik brand. Kamu pemilik brand dan tertarik lakukan TikTok Ads? Artikel ini cocok banget buat kamu! TikTok Ads adalah Tren Baru? TikTok Ads merupakan alat yang menyediakan fitur targeting, ad creation, insight report, dan ad management untuk kreator di TikTok. Jangan salah, alat ini sekarang bisa dibilang sebagai tempat yang kuat bagi para brand untuk mendapatkan perhatian dari banyak pengguna TikTok, bahkan hingga seluruh dunia. Ada 2 opsi budgeting yang bisa kamu sesuaikan, yakni daily (harian) atau lifetime (seumur hidup). Tentu TikTok ingin memberikan kemudahan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan brand ketika ingin beriklan. Setidaknya sejak 2 tahun belakangan, TikTok Ads mulai sering dipakai oleh para brand sebagai salah satu cara mengiklankan produk atau jasa mereka. Nah, biar lebih yakin menggunakan Ads TikTok, berikut alasan kenapa Ia jadi tren baru dalam beriklan! Kenapa Harus Pakai TikTok Ads? Nih, berikut kami rangkumkan kenapa brand kamu harus pakai TikTok Ads: 1. TikTok punya banyak pengguna Kalau dulu ada istilah “YouTube lebih dari TV”, kayaknya sekarang “TikTok bisa mengalahkan Instagram”, deh! Gimana nggak? Sekarang TikTok punya banyak pengguna dari berbagai usia dan jenis kelamin. Dilansir dari Hootsuite Digital 2022 Report, TikTok dikabarkan sebagai platform yang paling banyak diunduh di tahun 2021. Nggak tanggung-tanggung ada 656 juta orang di dunia, lho! Banyak banget, kan? 2. Pengguna banyak menghabiskan waktu di TikTok TikTok mungkin pada awal mula kehadirannya dianggap menjadi tempat orang mencari hiburan. Mungkin kita semua masih ingat ketika awal mula terjadinya pandemi COVID-19 di awal tahun 2020 yang di mana semua orang membatasi kegiatan mereka di luar rumah. Pada saat itu munculah tren-tren lucu yang akhirnya jadi hiburan banyak orang ketika itu. TikTok pada saat ini nampaknya bukan sekedar itu saja. Buktinya kini banyak orang yang mencari referensi, rekomendasi, atau bahkan informasi dari sana. #RacunTikTok adalah salah satu hastag yang digunakan oleh Content Creator ketika merekomendasikan brand atau produk yang mereka pakai. Tentunya ini jadi celah buat para brand memakai TikTok sebagai satu platform beriklannya. 3. Potensi menjangkau audiens yang lebih luas Balik lagi karena TikTok punya pengguna yang banyak ditambah algoritma yang unik, tentu brand kamu akan punya potensi menjangkau audiens yang lebih luas. Karena konten yang ada pun akan lebih mudah viral. Sesimple ketika menggunakan sound yang lagi trend aja membuat video kamu bisa dilihat oleh banyak orang yang punya ketertarikan dengan sound tersebut. 4. Punya layanan yang banyak untuk dimanfaatkan TikTok menghadirkan beberapa jenis iklan yang bisa kamu pilih. Pertama adalah brand takeover. Cara kerjanya adalah ketika pengguna membuka aplikasi, maka iklan akan muncul dan mengambil sepenuhnya layar pengguna dalam durasi tertentu. Nah kalau durasi iklan sudah habis, nanti iklan akan hilang dan menjadi in-feed video ads lagi. Selain itu ada juga top view, nah kalau ini iklan akan muncul ketika pengguna pertama kali membuka aplikasi. Optimasi Social Ads-mu Bersama Mediatics Itulah penjelasan TikTok Ads yang menjadi cara baru dalam beriklan. Nah, jika kamu mau beriklan, kamu bisa memanfaatkan Mediatics sebagai konsultan social ads-mu. Mediatics siap untuk mengoptimasi iklan milikmu. Tunggu apalagi? Contact our Client Relation here!

Taklukkan Konsumen dengan 360 Digital Marketing

Taklukkan Konsumen dengan 360 Digital Marketing

Di era digital yang semakin kompleks seperti sekarang, pendekatan holistik dalam pemasaran digital menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan bisnis. Salah satu pendekatan yang sangat efektif adalah digital marketing 360, di mana pendekatan ini mengintegrasikan berbagai elemen pemasaran digital seperti SEO, media sosial, email marketing, konten marketing, dan lain-lain, untuk bekerja secara terpadu dalam mencapai tujuan bisnis. Pendekatan 360 ini penting bagi bisnis yang ingin memaksimalkan jangkauan dan efektivitas, sekaligus membangun kehadiran online yang kuat. Menurut Statista, rata-rata orang menghabiskan 8 jam sehari di platform digital. Riset dari Go Globe menyatakan bahwa pengguna internet menghabiskan sekitar 22% waktunya di situs jejaring sosial, 21% untuk pencarian, 20% untuk membaca konten, 19% untuk email dan komunikasi, 13% di situs multimedia, dan 5% untuk belanja online. Ini memberikan kesempatan besar bagi merek untuk menjangkau audiens mereka melalui berbagai saluran digital agar dapat terlihat. Digital marketing 360 tidak hanya sekadar menggabungkan berbagai elemen pemasaran digital, tetapi juga mengoptimalkan interaksi dan pengalaman konsumen melalui multi-channel marketing. Menurut Gitnux, perusahaan yang menerapkan strategi pemasaran multi-channel mengalami peningkatan engagement lebih dari 300% dan memiliki tingkat retensi pelanggan sekitar 91% lebih tinggi dibandingkan dengan merek yang hanya menggunakan satu saluran pemasaran. Selain itu, 72% konsumen mengatakan bahwa mereka lebih memilih untuk terhubung dengan merek dan bisnis melalui beberapa saluran komunikasi. Contoh Penggunaan Digital Marketing 360 Sebagai contoh, sebuah brand kecantikan dapat menggunakan pendekatan digital marketing 360 dengan menggabungkan beberapa strategi berikut: 1. Influencer Marketing Bekerjasama dengan influencer untuk meningkatkan kepercayaan dan daya tarik produk. Influencer dapat membantu memperluas jangkauan dan membangun kredibilitas merek di kalangan audiens yang relevan. 2. Social Media Marketing Menggunakan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk berinteraksi dengan konsumen dan membangun komunitas. Bagian ini dapat membantu meningkatkan engagement brand dengan konsumen dan menjadikan brand lebih manusiawi. 3. SEO dan SEM Meningkatkan visibilitas website melalui optimasi mesin pencari (SEO) dan iklan berbayar (SEM). Hal ini dilakukan agar ketika konsumen mencari tentang produk kecantikan, brand dapat terlihat di tahap pertimbangan mereka untuk membeli produk kecantikan. 4. E-commerce Marketing Mengatur promosi dan strategi untuk mendorong audiens melakukan pembelian di platform e-commerce sehingga meningkatkan penjualan produk. 5. Email Marketing Mengirimkan newsletter berkala kepada pelanggan yang berisi promo terbaru, konten eksklusif, dan informasi penting lainnya untuk mendorong penjualan. Mengirimkan newsletter berkala kepada pelanggan yang berisi promo terbaru, konten eksklusif, dan informasi penting lainnya untuk mendorong penjualan. Dengan menggabungkan semua strategi ini dalam pendekatan digital marketing 360, brand dapat mencapai berbagai tujuan pemasaran seperti meningkatkan awareness brand, meningkatkan engagement dan consideration konsumen, serta meningkatkan penjualan secara efektif. Setiap strategi mendukung yang lain dalam menciptakan pengalaman konsumen yang terintegrasi dan menyeluruh. Melalui pendekatan ini, brand dapat memanfaatkan keberadaan mereka secara online untuk menjangkau dan mempengaruhi konsumen potensial di berbagai saluran digital, sehingga memperkuat posisi merek mereka di pasar yang semakin kompetitif. Tantangan dan solusi dalam Implementasi Digital Marketing 360 Sebuah laporan oleh Lucidpress menunjukkan bahwa konsistensi dalam penyajian merek di semua platform dapat meningkatkan pendapatan hingga 23%. Dengan menggunakan satu agensi, perusahaan dapat memastikan bahwa pesan dan citra merek tetap konsisten di semua platform, sehingga dapat membantu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Namun di Indonesia tidak semua agensi pemasaran digital menyediakan layanan digital marketing 360 yang komprehensif. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti peningkatan biaya karena perlu membagi proyek ke beberapa agensi, koordinasi proyek yang tidak efektif, dan hasil yang tidak maksimal. Padahal, menggunakan 1 pintu agency untuk pemasaran digital 360 dapat memberikan pandangan menyeluruh tentang bisnis dan membantu Anda memahami dengan tepat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Dengan pengetahuan ini, Anda dapat membuat keputusan yang tepat, sehingga saluran yang digunakan lebih efektif. Mediatics hadir sebagai solusi untuk semua tantangan ini. Kami menawarkan layanan digital marketing 360 yang lengkap, mencakup semua aspek yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan pemasaran digital. Beberapa layanan kami antara lain: Web Analytics Digital Media Placement Influencer Management Creative Development Social Media Management Website and Apps Development SEO (Search Engine Optimization) Market Research Public Relations Customer Relationship Management (CRM) Email Marketing E-commerce Management Keuntungan Menggunakan Mediatics Project Coordination Semua upaya pemasaran mulai dari perencanaan, eksekusi, hingga pelaporan akan di-handle oleh Mediatics. Cost Efficient Karena semua upaya pemasaran dilakukan oleh Mediatics dari awal sampai akhir, Anda dapat menghemat biaya dan waktu yang biasanya terbuang untuk koordinasi dengan beberapa agensi. Pesan dan citra merek Anda akan konsisten di semua platform, membantu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Result Dengan koordinasi yang mudah dan konsisten, akan menghasilkan hasil yang baik. Kami memiliki dashboard yang membantu Anda memahami performa semua channel di satu platform, yang dapat menghasilkan informasi yang lebih mendalam untuk strategi yang lebih tepat. Dengan Mediatics, Anda memiliki partner yang andal dalam menaklukkan konsumen melalui pendekatan digital marketing 360 yang efektif dan efisien. Hubungi kami sekarang untuk membuktikannya! Contact our Client Relation here!

Menjelajahi Peluang Digital Marketing dalam Industri Rokok

Menjelajahi Peluang Digital Marketing dalam Industri Rokok

Pemasaran adalah kegiatan yang perlu dilakukan oleh setiap bisnis di segala jenis industri. Hal ini penting dilakukan karena pemasaran menjadi salah satu tonggak utama bisnis untuk mendorong perputaran bisnis agar terus berjalan. Kegiatan pemasaran pun terus berubah mengikuti perkembangan zaman dan perilaku dari masyarakat. Dahulu, pemasaran dilakukan dengan cara yang lebih tradisional seperti pembagian flyer, placement di koran, billboard, dan di radio. Namun, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan penetrasi internet yang semakin luas, kegiatan pemasaran sekarang telah banyak beralih ke sektor digital. Perkembangan Industri Rokok dalam Kegiatan Promosi Salah satu dari sekian banyak industri yang perlu gencar melakukan kegiatan adalah sektor rokok. Tak bisa dipungkiri, rokok telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pusat Statistik, persentase penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang merokok jumlahnya mencapai 28,62% per tahun 2023. Dengan jumlah pengguna yang besar, tentunya setiap produsen rokok berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan hati para perokok di Indonesia dengan melakukan berbagai kegiatan pemasaran, baik yang sifatnya pemasaran tradisional maupun digital. Namun, kegiatan pemasaran di industri rokok tidak bisa berjalan semulus industri lainnya karena industri ini dibatasi oleh berbagai regulasi yang mengikatnya dikarenakan rokok merupakan barang konsumsi yang mengandung zat aditif. Dengan begitu, sebagai seorang marketer yang berkecimpung di bidang rokok harus memahami apa-apa saja yang menjadi restriction ketika akan melakukan pemasaran di platform digital. Larangan untuk beriklan di platform digital Sebagai platform sosial media terbesar di dunia, Meta melarang kegiatan periklanan yang berhubungan dengan rokok di platform-nya, seperti yang dikutip dari laman Meta transparency center, Meta menjelaskan:  “Ads must not promote the sale or use of tobacco or nicotine products and related paraphernalia. Ads must not promote Electronic Nicotine delivery devices, such as electronic cigarettes, vaporizers, or any other products that simulate smoking or are otherwise designed for use with tobacco or nicotine products. Ads may only promote cessation products approved by either the World Health Organization or the U.S. Food and Drug Administration, and must comply with all applicable local laws, required or established industry codes and guidelines.” Tak hanya Meta, raksasa teknologi Google juga menerapkan hal yang sama, di mana pemasar tidak bisa melakukan kegiatan periklanan di platform yang ada di bawah naungan dari Google seperti Google Search, Youtube, dan berbagai platform lainnya. Hal ini selaras dengan apa yang dikutip dari laman Google Advertising Policies Help: The following is not allowed: Ads for tobacco or any products containing tobacco Ads for products that form a component part of a tobacco product, as well as products and services that directly facilitate or promote tobacco consumption Ads for products designed to simulate tobacco smoking” Salah satu platform social media yang naik daun di era COVID-19, TikTok juga menerapkan peraturan yang sama, di mana advertiser tidak diperbolehkan untuk menjalankan iklan rokok dan hal-hal yang berikatan dengan rokok seperti yang dikutip dari laman Tiktok Advertising Policies. Apa yang bisa dilakukan untuk memasarkan rokok di media digital? Walaupun banyak platform digital yang melarang rokok untuk menjalankan iklan di platform periklanan-nya, namun tidak berarti industri rokok tidak bisa melakukan kegiatan pemasaran di platform digital sama sekali. Terdapat beberapa cara untuk meningkatkan awareness terkait dengan rokok di platform digital, diantaranya adalah: Influencer Marketing Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan orang-orang yang memiliki pengaruh di media sosial untuk mempromosikan dan memasarkan suatu produk atau layanan kepada para pengikutnya. Dengan menjalankan influencer marketing, kita bisa menargetkan audience yang luas maupun spesifik sesuai dengan target audience yang telah ditentukan. Hal ini akan bergantung kepada strategi influencer marketing dan juga matriks-matriks yang melekat pada influencer tersebut, seperti jumlah followers, profiling influencer, engagement rate, profil audience, dan berbagai matriks lainnya. Walaupun bisa dilakukan, menjalankan influencer marketing di industri rokok terbilang cukup tricky karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan marketer agar kegiatan marketing ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan dan key performance indicator yang telah ditentukan. Beberapa tips yang bisa dijalankan adalah: 1. Pahami influencer role Masing-masing kategori influencer memiliki peran dan tugasnya sendiri-sendiri, beberapa diantara influencer role yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran rokok adalah experts, idols, dan peers. Experts adalah orang-orang yang sangat memahami suatu topik dan memiliki otoritas untuk membicarakannya. Dengan pemanfaatan experts, audiens akan lebih percaya terhadap brand Anda. Selain experts, ada juga idols yaitu figur yang diidolakan oleh target audience Anda, dan peers yaitu teman sebaya dari target audience Anda. 2. Sajikan authentic content Dewasa ini masyarakat sudah semakin kritis dan memahami influencer yang terasa authentic dalam menyajikan kontennya dan mana yang terasa “dibuat-buat”. Sebagai marketer, kita harus memahami dan bisa menyajikan authentic content dengan memilih influencer yang tepat. Dengan begitu, kita bisa meningkatkan relevansi brand terhadap target audience. Programmatic Advertising Selain influencer marketing, marketer di industri rokok juga bisa menggunakan channel periklanan digital programmatic ads. Programmatic ads adalah sebuah proses otomatisasi pembelian dan penjualan digital ad space.  Dengan menjalankan programmatic advertising, iklan rokok Anda bisa muncul di website-website yang memang menyajikan ad space tersebut di website mereka. Sebagai contoh, iklan rokok tersebut tetap bisa muncul di publisher ternama seperti Detik, Tribun, ataupun Suara. Terdapat berbagai optimasi yang bisa dilakukan jika Anda akan menjalankan iklan di channel programmatic ads, diantaranya adalah whitelist website tertentu agar iklan hanya muncul di website tertentu. Optimasi lain yang bisa dilakukan adalah penggunaan ad format tertentu seperti video, HTML5, dan Rich Media Banner untuk bisa meningkatkan click-through-rate (CTR), serta berbagai optimasi lainnya. Selain influencer dan programmatic ads, terdapat berbagai channel lain yang bisa dijalankan untuk melakukan kegiatan marketing industri rokok di platform digital.  Butuh digital marketing untuk bantu kembangkan bisnismu? Hubungi Mediatics! Kalau masih bingung bagaimana cara menjalankan kegiatan marketing untuk industri rokok, Mediatics Digital Indonesia siap bantu kembangkan bisnismu! Mulai dari pasang iklan, pemakaian influencer, pembuatan website, semua bisa dilakukan bersama kamu. Contact our Client Relation here!