Selama lebih dari dua dekade, strategi visibilitas digital banyak berpusat pada satu tujuan utama. yaitu muncul di halaman pertama Google. Di mana SEO jadi prioritas, keyword jadi acuan, dan posisi di SERP sering dianggap sebagai indikator utama keberhasilan.
Namun, cara audiens mencari informasi mulai berubah. Mereka tidak lagi selalu mengetik keyword di Google, membuka beberapa link, lalu membandingkan informasi satu per satu.
Kini, semakin banyak audiens yang langsung bertanya ke AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Google AI Overviews untuk mendapatkan jawaban yang sudah dirangkum.
Per Oktober 2025, McKinsey melaporkan bahwa 50% konsumen sudah menggunakan AI search sebagai salah satu cara utama mencari informasi dan membuat keputusan. Bahkan di kalangan Gen Z angkanya lebih tinggi, sebanyak 35% menjadikan AI sebagai titik awal mereka untuk riset.
Apa itu GEO?

GEO atau Generative Engine Optimization adalah praktik mengoptimasi konten digital agar lebih mudah ditemukan, dipahami, dan dikutip oleh platform AI ketika menjawab pertanyaan dari audiens.
Jika SEO berfokus untuk mendorong orang mengunjungi website, GEO berfokus untuk membuat konten brand menjadi bagian dari jawaban yang diberikan AI. Artinya, brand tetap bisa hadir dalam proses pencarian audiens, bahkan ketika mereka belum pernah mengklik atau mengunjungi website brand tersebut.
Kenapa SEO Saja Tak Lagi Cukup?
SEO tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.
Dalam lima bulan pertama 2025, sesi yang dirujuk dari AI search meningkat hingga 527% year-over-year (Previsible AI Traffic Report, 2025). Di sisi lain, Google AI Overviews kini muncul di 23% dari seluruh pencarian. Untuk query yang bersifat informasional dan lokal, angkanya bahkan bisa lebih tinggi.
Dari tren ini, terlihat bahwa muncul di halaman pertama Google tidak selalu berarti brand akan ikut muncul dalam jawaban AI. Keduanya saling berhubungan, tetapi membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Bagaimana Cara AI Memilih Konten yang Dikutip?
AI search tidak membaca konten dengan cara yang sama seperti manusia. Platform AI biasanya memecah halaman menjadi bagian-bagian kecil, lalu menilai bagian tersebut berdasarkan relevansi, struktur, dan kredibilitas nya.
Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan:
1. Struktur Konten yang Jelas
Konten yang langsung menjawab pertanyaan di awal paragraf, memiliki heading yang rapi, dan dilengkapi FAQ akan lebih mudah dipahami dan dikutip oleh AI. Platform AI cenderung mencari jawaban yang bisa langsung digunakan, bukan paragraf panjang yang baru menyampaikan inti di bagian akhir.
2. Kredibilitas Sumber
Riset dari Princeton menunjukkan bahwa AI search lebih cenderung mengutip earned media dibanding konten yang hanya berasal dari kanal milik brand sendiri. Artinya, reputasi brand di luar website resmi juga berpengaruh terhadap seberapa besar peluang konten tersebut dipilih sebagai referensi.
3. Kebaruan Konten
AI search juga mempertimbangkan relevansi dan tanggal publikasi. Artikel lama yang tidak pernah diperbarui berpotensi kalah dari artikel yang lebih baru, terutama untuk topik yang terus berkembang. Karena itu, strategi GEO bukan hanya soal membuat konten baru, tetapi juga memastikan konten lama tetap relevan dan diperbarui secara berkala.
GEO Bukan Pengganti SEO, Tapi Pengembangan Strategi Search
GEO tidak menggantikan SEO. Sebaliknya, GEO hadir sebagai pengembangan dari strategi search yang sudah ada.
SEO tetap berperan penting untuk membangun fondasi digital brand, mulai dari performa website, kualitas konten, hingga visibilitas di hasil pencarian Google. Fondasi ini masih relevan karena platform AI juga membutuhkan sumber yang kredibel untuk menyusun jawabannya.
Namun, di era AI search, konten tidak cukup hanya bisa ditemukan. Konten juga harus mudah dipahami, dirangkum, dan dikutip oleh AI. Karena itu, GEO menjadi lapisan tambahan yang membantu brand tetap muncul dalam proses pencarian audiens, bahkan ketika pencarian tersebut tidak lagi dimulai dari search engine konvensional.
Strategi terbaik ke depan adalah menggabungkan keduanya, yaitu SEO untuk membangun fondasi & GEO untuk memperluas peluang brand untuk muncul di jawaban AI.
3 Hal yang Bisa Brand Lakukan untuk Memulai GEO
Brand tidak harus langsung merombak seluruh strategi konten dari awal. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan:
1. Audit konten yang sudah ada
Cek kembali artikel, landing page, atau halaman penting yang sudah dimiliki brand. Apakah kontennya sudah menjawab pertanyaan audiens secara langsung di bagian awal? Atau masih terlalu fokus mengejar keyword tanpa memberikan jawaban yang jelas?
2. Tambahkan FAQ section
Format tanya-jawab adalah salah satu format yang paling mudah dipahami dan dikutip oleh AI. Coba buat pertanyaan yang mungkin diajukan audiens ke ChatGPT atau Gemini, lalu jawab dengan jelas di dalam konten.
3. Mulai ukur visibilitas di AI search
Brand bisa mulai dengan cara manual. Coba ketik pertanyaan yang relevan dengan kategori brand di ChatGPT atau Gemini, lalu lihat apakah brand muncul dalam jawaban.
Saatnya Bikin Brand-mu Lebih Relevan Bareng Mediatics!
Cara audiens mencari informasi terus berubah. Karena itu, brand perlu punya pendekatan yang tidak hanya relevan untuk hari ini, tetapi juga siap mengikuti perkembangan ke depan.
Mediatics siap membantu brand-mu membangun fondasi digital yang lebih adaptif, agar tetap mudah ditemukan, dipahami, dan dipilih oleh audiens.

