Digital Marketing: Pengertian, Kelebihannya, dan Contohnya

Saat ini tampaknya mempromosikan suatu usaha atau brand yang kamu punya tidaklah cukup jika hanya dilakukan secara tradisional. Selain persaingan bisnis yang semakin ketat, kemajuan teknologi dan social media pun membuat pelaku bisnis besar dan kecil mulai ramai melakukan strategi digital marketing. Lalu, apa itu digital marketing? Bagaimana strategi digital marketing yang baik sehingga bisa meningkatkan penjualan pada usaha dan produk kamu? Untuk selengkapnya, yuk simak penjelasan berikut ini. 1. Apa Itu Digital Marketing? Digital marketing adalah strategi untuk memasarkan atau mempromosikan produk melalui segala jenis media digital. Adapun media pemasaran digital mencakup saluran komunikasi yang sering kita jumpai, yaitu internet, perangkat seluler, media sosial, televisi dan saluran digital lainnya. Jika kamu pernah melihat iklan saat mengunjungi website, TV, bahkan menerima email dari sales sebuah perusahaan, inilah yang disebut sebagai digital marketing. Menurut seorang ahli, yaitu Rob Thompson dari Trendjackers, digital marketing adalah penggunaan teknologi digital dan perangkat yang didukung koneksi internet untuk mencapai target pemasaran. Jadi, definisi digital marketing bisa disimpulkan sebagai kegiatan pemasaran yang melibatkan penggunaan jaringan dan teknologi digital untuk mencapai tujuan pemasaran tertentu. Dengan artificial intelligence digital marketing, baik perusahaan besar dan kecil bisa memasarkan produk mereka lebih luas dan mempelajari tingkah laku atau pola dari target audience mereka. Yang tentunya sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penjualan produk. Sampai sini, sudah terbayang bukan mengapa menggunakan strategi digital marketing dinilai sangat efektif? Berikutnya kita akan membahas manfaat apa saja yang bisa kamu dapatkan dari strategi digital marketing. 2. Manfaat Menggunakan Digital Marketing Dari penjelasan sebelumnya, digital marketing memiliki manfaat atau fungsi utama sebagai metode pemasaran atau promosi melalui kanal digital yang secara umum terhubung dengan internet. Tentunya, penggunaan internet yang semakin bertumbuh tiap tahunnya menjadi poin besar tersendiri bagi para pelaku bisnis. Maka dari itu, mengencangkan promosi lewat digital marketing yang dapat diakses dengan mudah adalah tujuan utamanya. Adapun, berikut ini adalah manfaat dari digital marketing. Menjangkau Pasar Yang Lebih Luas Tak bisa dipungkiri, jika menggunakan teknik digital marketing bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan jangkauan pasar yang lebih luas, sudah pasti bisnis yang kamu jalankan tidak hanya dikenal di wilayah sekitar kamu saja. Tetapi, berbagai target audience dari berbagai wilayah bisa mengenalnya. Dengan demikian, peluang mendapatkan konsumen pun juga dapat semakin besar. Hal penting yang seharusnya kamu ketahui ialah, hampir 80% konsumen akan menelusuri sebuah produk atau layanan sebelum membelinya. Jadi usaha digital marketing bukanlah hal yang seharusnya kamu tunda. Karena semakin lama kamu menunda untuk mendigitalkan bisnismu, akan semakin lambat juga bisnismu berkembang. Memberikan Kemudahan Dalam Melihat Perubahan Bisnis Mengetahui perubahan bisnis merupakan hal yang sangat penting. Masalahnya, tidak seluruh pebisnis dapat dengan pesat mengetahui perubahan dalam bisnisnya. Akan tetapi, jika kamu menggunakan strategi digital marketing, hal ini tidak akan menjadi masalah. Sebab perubahan bisnis bisa dengan gampang kamu ketahui tanpa harus menunggu waktu yang lama. Dengan begitu, analisa dan evaluasi bisnis pun juga dapat kamu lakukan dengan cepat. Menghemat Biaya Promosi Poin ini tentunya menjadi hal yang sangat penting, terutama jika saat ini kamu masih merintis bisnis dari awal. Penekanan budget namun tetap menghasilkan insight yang bagus pada usahamu adalah manfaat lain yang bisa kamu dapatkan jika menerapkan strategi digital marketing, lho. Ya, strategi promosi melalui media internet memang jauh lebih murah bila dibandingkan dengan menerapkan cara-cara konvensional seperti brosur, baliho, atau membikin iklan di radio dan televisi. Oleh karena itu, jika kamu yang baru memulai bisnis dan berkeinginan agar bisnismu bisa dengan cepat dikenal banyak orang, sebaiknya pilihlah strategi digital marketing untuk menjalankan promosi. Jadi, digital marketing tidak hanya membantu kamu menjangkau konsumen secara luas. Tetapi digital marketing juga bisa menghemat anggaran iklan kamu. Membantu Untuk Meningkatkan Penjualan Tujuan dari aktivitas digital marketing yaitu untuk meningkatkan penjualan dari suatu produk bisnis. Nah, karena digital marketing bisa menjangkau lebih banyak sasaran konsumen, sudah pasti akan berdampak pada meningkatnya penjualanmu. Digital Marketing sudah dikonfirmasi oleh banyak pemilik bisnis bahwa dapat meningkatkan pendapatan mereka sampai 2,8 kali lipat dari sebelum melaksanakan usaha digital marketing. Sarana Penghubung Yang Baik Dengan Konsumen Pelanggan atau konsumen adalah salah satu hal penting dalam suksesnya sebuah bisnis. Oleh karena itu, membangun kedekatan yang baik dengan pelanggan tentunya sangat penting. Nah, manfaat digital marketing yang berikutnya adalah dapat menjadi sarana penghubung yang baik dengan konsumen. Digital marketing dilaksanakan dengan beragam media yang terhubung secara langsung dengan konsumen. Meskipun belum saling mengenal satu sama lain, melalui teknologi digital sangat memungkinkan produsen untuk berkomunikasi dengan konsumen secara langsung. Konsumen pun akan merasa lebih aman, jika mendapatkan akses komunikasi yang mudah ke suatu produk yang mereka beli atau gunakan. Membantu Bersaing Dengan Kompetitor Bisnis Sebelum teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat seperti sekarang, pengusaha kecil atau pemula biasanya akan susah sekali bersaing dalam dunia bisnis. Namun, dengan adanya digital marketing saat ini, kamu bisa lebih mudah mengetahui informasi terkini mengenai bisnis dari kompetitor kamu. Kamu pun bisa perhatikan aspek-aspek yang penting dari brand kompetitormu dengan mudah. Seperti konten yang mereka buat, target konsumen, dan lainnya. Setelah mengamati aspek-aspek yang dilakukan oleh kompetitor, kamu bisa membuat beberapa catatan dan menjadikan evaluasi dari produk bisnis kamu. Sehingga, bisnis kamu pun bisa berkembang lebih baik lagi. 3. Jenis-Jenis Digital Marketing Dalam praktiknya sendiri, digital marketing memiliki berbagai jenis metode. Berbagai metodi ini umumnya disesuaikan dengan sektor digital mana yang akan diambil oleh si produsen. Adapun jenis-jenisnya adalah sebagai berikut. 1. Search Engine Optimization (SEO) SEO merupakan digital marketing dengan cara optimalisasi pencarian di mesin pencarian (biasanya Google) yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan akses pengunjung atau calon pelanggan ke dalam situs. Dengan adanya SEO, situs bisa memiliki peringkat lebih tinggi pada halaman hasil pencarian di mesin pencarian. Dengan begitu sebuah situs akan memiliki traffic organik yang tinggi. Beberapa manfaat dari SEO dapat dimaksimalkan dengan penggunaan situs, blog, atau infografis informatif. SEO sendiri terbagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu: SEO On page, metode ini berfokus pada konten di halaman situs dengan kata kunci tertentu untuk meningkatkan search engine result pages (SERPs) SEO Off page, merupakan metode digital marketing berbasis SEO yang berfokus pada semua aktivitas di luar halaman situs. Umumnya dipakai strategi inbound link atau backlink, yaitu
5 Tren Digital Advertising Tahun Ini

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi jika pandemi telah meningkatkan pengguna platform digital secara signifikan. Berbagai tren pun bermunculan, yang tentunya memengaruhi tren di dunia digital advertising. Hal ini disebabkan oleh peraturan ‘di rumah saja’ yang secara tidak langsung telah menyebabkan perubahan besar pada berbagai bidang. Tidak terkecuali bisnis, kini harus ikut beradaptasi dengan menemukan strategi baru yang efektif untuk menunjang perkembangannya. Berbanding lurus dengan hal itu, tren pada platform digital pun terus berkembang dan menjadi alasan bagi pelaku bisnis untuk terus berimprovisasi. Kedua hal tersebut pun menjadi sebuah langkah penting bagi bisnis untuk dapat meningkatkan awareness para audiensnya dengan cara berbeda. Lalu, bagaimana cara mengaplikasikannya kepada bisnis? Kali ini Mediatics Digital Indonesia akan membahas mengenai tren digital advertising tahun ini yang cocok untuk kamu coba pada bisnismu. Berikut ulasannya! 5 Tren Digital Advertising Tahun 2022 1. Video Marketing Siapa yang tidak familiar dengan digital advertising tren yang satu ini? Semua pasti sudah pernah melihatnya. Terlebih saat ini banyak media sosial yang menerapkan konten video sebagai fitur andalannya dan disukai oleh masyarakat. Bahkan, menurut penelitian terdapat 78% penikmat video online di dunia dan 55% diantaranya selalu menyempatkan untuk menontonnya setiap hari. Video marketing juga dipercaya paling efektif untuk meningkatkan engagement jika dibandingkan dengan tipe konten lainnya. Tentu saja hal ini dapat menjadi peluang bagi para pelaku bisnis untuk menggunakannya sebagai wadah dalam memperkuat channel-nya. 2. Display Advertising Masih seputar konten visual, display advertising juga dinilai dapat menjadi salah satu tren digital advertising yang masih menjanjikan untuk digunakan hingga saat ini. Biasanya konten pada digital advertising dapat berupa banner, flash, video ads dan konten dengan visual dinamis lainnya yang terdapat pada sebuah website. Keuntungan lainnya dari menggunakan tren ini adalah kamu dapat memantau audiens secara lebih mendetail, terlebih dengan adanya penggunaan keyword tertentu. Melalui metode ini kamu dapat mengetahui preferensi audiensmu lebih jauh lagi lewat beberapa informasi yang kamu dapatkan, misalnya secara demografis. 3. Programmatic Advertising Penggunaan Artificial Intelligence nampaknya semakin berkembang hingga saat ini. Bahkan, kamu dapat menerapkannya ke dalam bisnismu lewat salah satu tren digital advertising yang tidak kalah efektifnya, yaitu programmatic ads. Bagi sebagian orang mungkin cara kerjanya memang belum familiar, terlebih karena cukup banyak langkahnya. Namun, kamu bisa mengandalkan Mediatics untuk mengatasinya. Melalui strategi yang disesuaikan dengan preferensi audiens, kami siap untuk menjadi solusi dengan data dan akurasi tepat untuk mengembangkan bisnis. 4. Personalized Advertising Menurut riset, 91% konsumen menyukai penawaran yang relevan dengan preferensi mereka. Itu sebabnya sangat penting untuk mengenal karakter audiens, terutama sebagai pelaku bisnis. Untuk mencapai tahap tersebut, di sini kamu bisa menggunakan tren personalized advertising yang berfokus kepada audiens yang lebih spesifik. Implementasinya bisa berupa rekomendasi produk yang sesuai dengan preferensi audiens sendiri dengan menggunakan algoritma. Dengan analisa menyeluruh mengenai karakteristik audiens kita, algoritma akan merekomendasikan hal yang disukai oleh para audiens. Di sinilah kita akan memberikan pengalaman yang lebih personal kepada mereka. 5. Influencer Marketing Salah satu tren digital advertising yang sudah tidak bisa terelakkan lagi adalah jasa influencer marketing. Bagaimana tidak? Persona yang kuat dan juga pengikut yang banyak dapat diandalkan bagi bisnis untuk bekerjasama dan memperluas target market. Itu sebabnya hingga saat ini influencer marketing cukup diperhitungkan sebagai salah satu strategi paling potensial bagi brand. Banyak cara yang bisa kamu gunakan dalam memanfaatkan jasa influencer marketing. Salah satunya adalah dengan utilize media sosial. Sebagai contoh, jika kamu memiliki produk berupa barang maka kamu bisa mencoba jasa influencer marketing untuk mempromosikan produk melalui hal yang tidak kalah trendy saat ini, misalnya live streaming shopping. Itulah beberapa tren digital advertising yang bisa kamu manfaatkan untuk menunjang bisnis. Jika ingin mengetahui layanan di atas yang tersedia di Mediatics, let’s discuss! Contact our Client Relation here!
Mengenal Advertising Agency dan Perannya bagi Bisnismu

Kehidupan saat pandemi membuat banyak lini bisnis beralih ke strategi pemasaran digital atau digital marketing. Kemudahan dalam menjangkau pasar hingga segmentasi audiens yang lebih spesifik membuat digital marketing menjadi strategi jitu untuk mengembangkan bisnis. Hadirnya digital advertising agency dapat membantu para pemilik bisnis untuk mengembangkan bisnis serta mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sesuai dengan kebutuhan pebisnis. Lantas, apa itu advertising agency? Apa perbedaannya dengan agency lainnya? Lalu mengapa sebuah bisnis memerlukannya? Mari kita simak bersama! Kenalan dengan Advertising Agency Seperti yang kita tahu, di luar sana banyak jenis agency yang menawarkan berbagai service, salah satunya adalah advertising agency. Advertising agency merupakan agency yang fokus menghadirkan service di ranah periklanan (advertising) digital sesuai dengan kebutuhan klien. Salah satu cara kerja advertising agency yang paling umum adalah menghadirkan campaign yang disesuaikan dengan persona dan kebutuhan klien itu sendiri, baik untuk meningkatkan brand awareness, menghasilkan sejumlah conversion rate, dan sebagainya. Perbedaan Advertising Agency dengan Agency Lainnya Lalu, apa perbedaan mendasar antara advertising agency dengan agency lainnya? Perlu diingat jika agency memiliki beberapa jenis service. Misalnya saja jika kita mengambil contoh dari creative agency, agency dengan jenis ini lebih fokus melakukan pembuatan konten kreatif dan desain untuk keperluan promosi. Sedangkan, advertising agency menitikberatkan pada ranah yang erat dengan periklanan, seperti media placement untuk membantu pebisnis dalam mencapai tujuan bisnisnya. Media placement sendiri adalah kegiatan pemilihan dan pemasangan iklan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan sebuah bisnis, seperti halnya pemasangan iklan google untuk peningkatan traffic dan conversion rate. 3 Alasan Mengapa Advertising Agency Penting Bagi Bisnismu Selanjutnya, mengapa advertising agency penting bagi pengembangan bisnis? Ini 3 alasannya! 1. Menganalisis tujuan bisnis Mengingat digital marketing merupakan ranah yang memiliki banyak istilah baru, para konsultan dari advertising agency akan membantu pemilik bisnis dalam menganalisa tujuan bisnis dengan baik. Misalnya saja, jika pemilik bisnis ingin meningkatkan penjualan, maka konsultan dari advertising agency akan memberikan arahan dari segi conversion. Begitupula sebaliknya, jika pebinis ingin bisnisnya lebih dikenal oleh masyarakat luas, maka tahap brand awareness akan dijalankan. 2. Menentukan strategi media placement yang tepat Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, advertising agency akan menentukan strategi mana yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis, termasuk dari segi media placement. Sebagai contoh, kegiatan media placement bagi bisnis yang ingin meningkatkan awareness dan conversion memiliki strategi yang berbeda serta tidak bisa disamakan. Ini dikarenakan setiap media memiliki karakteristik dan segmentasinya tersendiri. Di sinilah advertising agency akan berperan dalam mengarahkan strategi media placement yang sesuai, agar budget yang sudah disiapkan terserap dengan baik dan maksimal. 3. Specialized Marketing Agency Terakhir, salah satu alasan mengapa advertising agency penting bagi bisnismu adalah agency ini akan melakukan optimasi atau memberikan strategi terbaik dari apa yang sudah dijalankan. Advertising agency juga akan melihat strategi mana yang kurang berpengaruh dan melakukan evaluasi melalui pemberian rekomendasi strategi agar tujuan awal tetap bisa tercapai. Dengan begitu, kamu tak perlu khawatir karena advertising agency akan membantu proses ini dari awal sampai akhir. Itulah tadi sekilas perkenalan mengenai advertising agency dan bagaimana perannya untuk bisnismu. Sebagai advertising agency, Mediatics memiliki spesialisasi pada ranah Media Placement dan influencer Management. Dengan para konsultan berpengalaman yang telah mengambil serangkaian Google Certification, Mediatics dapat membantu mengembangkan bisnis melalui perancanaan strategi digital campaign yang tepat guna. Tidak hanya itu, Mediatics juga akan memastikan untuk melakukan optimasi serta evaluasi agar perencanaan strategi tetap berjalan dengan lancar sesuai kebutuhan masing-masing bisnis. Contact our Client Relation here!
Wajib Tahu, Ini 5 Jenis Iklan Google untuk Kembangkan Bisnis

Membuat iklan di Google adalah salah satu strategi marketing yang populer digunakan di dunia digital saat ini. Bukan tanpa sebab, Google sendiri merupakan situs pencarian terbesar yang digunakan oleh lebih dari 3,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia. Tentu saja, beriklan di Google bisa membawa keuntungan bagi sebuah bisnis karena produk/jasa yang kamu miliki berpeluang besar untuk diketahui banyak orang. Google sendiri memiliki beberapa jenis iklan yang bisa dipilih sesuai dengan tujuan dari bisnis kamu. Misalnya, untuk meningkatkan penjualan bisnis, brand awareness, pengunjung website, hingga mempromosikan aplikasi. Kali ini, Mediatics Digital Indonesia akan membahas 5 jenis iklan tersebut, simak selengkapnya di bawah! 1. Google Adwords Sebagai informasi, Google AdWords dan Google Ads adalah hal yang sama. Sebelumnya, jenis iklan ini memang dinamakan sebagai Google AdWords, hingga pada 24 Juli 2019 diubah menjadi Google Ads. Google Ads sendiri adalah salah satu jenis iklan Google berbayar di hasil pencarian atau bisa juga disebut dengan Paid Search. Biasanya, iklan akan ditargetkan ke kata kunci tertentu yang relevan dengan bisnis kamu. Jadi, ketika ada orang yang mencari kata kunci tersebut, iklan milikmu akan muncul di paling atas hasil pencarian. Ini adalah contoh dari Google AdWords yang muncul saat pencarian keyword. Keuntungan Menggunakan Iklan Google Ads Biayanya Terjangkau Kalau berbicara tentang pemasangan iklan, terlebih di perusahaan besar seperti Google, mungkin akan muncul di benak pikiran akan biayanya yang tidak sedikit. Tapi ternyata, memasang iklan di Google bisa sangat terjangkau karena kamu dapat mengatur estimasi biayanya seminim mungkin. Iklan Google menerapkan sistem PPC atau Pay Per Click, jadi biaya baru akan dibayarkan kalau ada target audience yang membuka iklan kamu.Besarnya Potensi Iklan Dilihat Banyak Orang Jika dibandingkan dengan kompetitornya yaitu Yahoo dan Bing, Google adalah situs pencarian terbesar bahkan menguasai pengguna internet di dunia. Bahkan, di Indonesia pengguna Google sangat besar yaitu sebesar 97,09%, lho. Itu artinya, jika kamu memasang iklan Google, maka akan besar potensinya iklan kamu dilihat oleh lebih banyak orang. Dapat Melakukan Remarketing Tidak hanya beriklan di hasil pencarian, tapi kamu juga dapat memasang iklan di situs dan aplikasi yang telah menjadi partner Google. Jadi, jika ada audience yang membuka iklan bisnis kamu, tapi belum melakukan aksi seperti pembelian. Maka, audience tersebut akan terus menerus melihat iklan milikmu di website atau aplikasi yang sedang ia buka. Hal inilah yang disebut dengan remarketing dan berguna untuk mempertahankan intensi pembelian dari calon pelanggan bisnismu. Menargetkan Audience yang Spesifik Tidak seperti iklan TV yang masif dan bisa menargetkan semua orang, melalui Google Ads kamu dapat menyesuaikan penargetannya sesuai kebutuhan bisnis sehingga lebih efektif. Kamu bisa menargetkan audiens berdasarkan demografi, status, hobi, kesukaan hingga kebiasaan yang mereka lakukan saat berinternet. Kalau butuh jangkauan lebih luas, kamu bahkan memperluas penargetannya ke provinsi di seluruh Indonesia bahkan dunia. Jika membutuhkan jangkauan lebih sempit, kamu pun dapat menargetkan hanya beberapa kilometer dari lokasi bisnismu. 2. Google Display Network (GDN) Google Display Network (GDN) adalah cara lain memasang iklan di Google dan menampilkannya ke seluruh internet. Jadi, iklan bisnis kamu tidak hanya ditampilkan pada hasil pencarian dan website saja, tapi juga aplikasi bahkan mobile game. Makanya, Google sendiri mengatakan kalau iklan GDN mereka sudah berhasil menjangkau hingga 90% pengguna internet. Biasanya iklan google yang satu ini memiliki dua format yaitu format text dan visual. Contoh format text: Contoh format visual: Lalu apa saja keuntungan iklan Google ini? Keuntungan Google Display Network (GDN) Bisa Menggunakan Visual yang Lebih Menarik Walaupun bisa menggunakan format text, tapi kebanyakan dari iklan GDN adalah berbentuk visual. Tak heran karena memang visual akan lebih menarik daripada hanya sekadar tulisan. Bahkan, menurut penelitian 90% informasi yang diproses ke otak adalah visual dan 80% orang akan lebih mengingat hal yang dilihat daripada apa yang mereka baca. Maka dari itu, besar potensinya audiens untuk mengklik sebuah iklan GDN daripada iklan berbasis teks. Dapat Meningkatkan Brand Awareness GDN diklaim bisa menjangkau hingga 90% pengguna internet dan menampilkan iklan bisnis kamu di lebih dari 2 juta website. Bayangkan jika iklan bisnis milikmu bisa muncul di manapun, mulai dari website, aplikasi hingga aplikasi games online. Tentu saja, orang akan lebih menjadi familiar terhadap produk atau jasa yang kamu tawarkan. Memiliki Beragam Jenis Targeting Berbeda dengan Google Ads, GDN memiliki banyak jenis targeting. Apa saja? 1. Topic Targeting Memasang iklan di website atau platform yang terkait dengan topik tertentu. 2. Keyword Targeting Menghubungkan iklan yang dibuat dengan keyword-keyword tertentu. Jadi, iklan kamu akan muncul di website atau platform yang terhubung dengan keyword pilihanmu. 3. Interest Targeting Iklan kamu bisa dimunculkan berdasarkan preferensi dari target market yang ada. Hal ini bisa menjadi sangat efektif, jika kamu sudah mengetahui karakteristik dari calon pelanggan. 4. Placement Targeting Memasang iklan di website yang sering dikunjungi oleh calon pelanggan. Jenis ini sangat tepat kalau kamu sedang mencari pilihan targeting yang sangat spesifik. 5. Remarketing Targeting Iklan yang kamu pasang akan terus menerus mengikuti audiens (yang sebelumnya sudah melihat iklanmu) saat mereka membuka website atau aplikasi lain. Cara ini sangat cocok digunakan jika kamu ingin mendapatkan calon pelanggan yang sudah tertarik namun belum yakin melakukan pembelian. 6. Demographic Targeting Kamu bisa menargetkan iklan sesuai dengan domisili dari calon pelanggan yang dituju. 3. Google Shopping Salah satu layanan iklan Google ini, akan menunjukan informasi seputar produk seperti, gambar produknya, harga, dan link toko online si penjual. Maka dari itu, untuk pebisnis yang memiliki toko online, sangat direkomendasikan untuk menggunakan layanan iklan Google ini. Bagaimana cara kerjanya? Berbeda dengan layanan iklan berbasis teks yang muncul berdasarkan kata kunci, Google Shopping akan menampilkan iklan menggunakan informasi data produk dari hasil unggahan pemilik bisnis. Data yang dimaksudkan misalnya gambar produk, nama merek, warna, ukuran dan lainnya. Tapi, memasang Google Shopping tidak bisa hanya menggunakan akun Google Ads melainkan kamu harus memiliki Google Merchant Center. Google Merchant Center akan digunakan untuk mengisi detail informasi produk dalam form yang sudah disediakan. Keuntungan Menggunakan Google Shopping Memudahkan Interaksi Pembeli dan Penjual Dari sisi pembeli, jenis iklan Google ini akan membantu calon pelanggan yang akan melakukan perbandingan harga sebelum melakukan pembelian. Nah, sedangkan bagi penjual tentu akan diuntungkan karena bisa mendapatkan layanan promosi yang bagus untuk memasarkan
Content Marketing: Are You the Creator or the Target?

Innovation is the key of any successful company today. For many companies, however, the pursuit of innovative ideas is missing a key element of creativity. Today, the term creativity is being embraced in offices around the world with some of the top companies. Being creative at work generally means taking risks, which might make you hesitate. Fear of the unknown is a powerful thing, especially when it means you might fail. Linda Naiman, Founder of Creativity at Work, stated that unlocking creative potential is key to economic growth. For innovation to grow, organizations must create an environment that supports creativity; exchanging knowledge, ideas and shaping the direction of the future. Organizations led by creative leaders have a higher success rate in innovation, employee engagement, change, and renewal. There are two simple ways to start being creative at work, which are willing to fail and don’t be afraid to try. Here are more details about those two ways. Be willing to fail Behind every creative genius are stories of failure. Likewise if organizations wish to cultivate creativity they need to establish cultures where the risk of failure is accepted as part of the deal. The truth is if you’re not failing some of the time, you’re not stretching far enough outside of your comfort zone to keep learning and growing. One of Sue’s clients recently added the ‘The Best Idea That Didn’t Succeed Award’ to their suite of annual awards to give employees the permission to fail and boost innovation. Owning, discussing and sharing our learnings from failure gives us the courage to be creative, teaches us the value of failing quickly, and normalizes failure as part of the innovation journey. Let Them Test Their Wings Laura DeCarlo from Career Directors International stated that, to learn to fly we have to test our wings, and that can mean being given the chance to test and try things, within reason. Like any parent watching their babies fly for the first time, some guidance must be given to avoid death (and disaster). But the truth is in the workplace, you either let them try to express their creativity or you will kill their drive and desire to contribute. As future leader, you can learn creative thinking in your employees, but it’s also good to remember to recognize and praise it. It can be all too easy to turn down an idea because you think it won’t work, but holding the creative thinkers in your workplace means that innovation will be limited, and they’ll be less likely to keep coming up with new solutions. It’s not just the employees who shouldn’t be afraid to try new things, and possibly the managers as well. Contact our Client Relation here!