Sadar gak, sekarang ini kita lebih suka konten yang durasinya pendek?
Dikutip dari Nielsen (2024) dan Wyzowl Video Marketing Statistics (2026), ternyata 73% konsumen lebih memilih short-form video untuk mencari produk dan hampir 79% keputusan pembelian mereka dipengaruhi oleh konten dari creator atau UGC.
That’s why, sekarang banyak brand mulai memanfaatkan creator sebagai bagian dari strategi marketing mereka, salah satunya lewat affiliate marketing.
Sebelum bahas contoh affiliate marketing yang cocok untuk brand-mu, yuk kita bahas dulu apa yang dimaksud dengan affiliate marketing
Apa Itu Affiliate Marketing?
Affiliate Marketing adalah sebuah model bisnis di mana penjual/merchant/brand bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mempromosikan produk/layanan mereka. Nantinya pihak ketiga ini akan mendapat komisi dari setiap pembelian/action yang dilakukan oleh customer.
Cara Kerja Affiliate Marketing
Sebagai business owner, kamu harus memahami bagaimana affiliate marketing bekerja. Dalam strategi ini, terdapat empat pihak yang berperan, yaitu:
- Affiliate/afiliasi, pihak ketiga yang berperan untuk menjual produk/layanan milik bisnismu kepada audiens mereka. Contoh dari afiliasi ini adalah content creator, influencer, dan blogger
- Merchant/brand, pihak yang menjual produk/layanan yang nantinya akan dipromosikan oleh pihak afiliasi
- Affiliate Network, platform yang berperan sebagai perantara antara afiliasi dengan brand. Contohnya seperti TikTok, Shopee, dan beberapa e-commerce lainnya.
- Customer, individu yang melakukan pembelian produk lewat rekomendasi pihak afiliasi. Dalam strategi ini, merchant bekerja sama dengan afiliasi untuk menjangkau audiens mereka dan mengubahnya menjadi new customer.
Affiliate Marketing Cocoknya Dipakai untuk Apa?
Melihat dari cara kerjanya, affiliate marketing cocok digunakan untuk beberapa objective, seperti:
1. Meningkatkan penjualan
Affiliate marketing cocok untuk brand yang ingin peningkatan penjualan dengan risiko yang rendah, karena komisi hanya dibayarkan berdasarkan performance (performance-based). Artinya, brand tidak harus mengalokasikan budget yang besar di muka.
2. Membangun kepercayaan lewat social proof
Saat ini konsumen cenderung mengalami ad fatigue (rasa jenuh terhadap iklan) dan lebih mempercayai UGC (user-generated content) dibandingkan branded post (Syrdal et al., 2023).
Ketika seorang influencer mempromosikan sebuah produk/layanan, hal ini akan ditangkap sebagai social proof oleh calon konsumen, karena produk/layanan tersebut direkomendasikan oleh sosok yang sudah memiliki kedekatan emosional dengan audiensnya.
3 Contoh Affiliate Marketing di Indonesia yang Cocok untuk Brand-mu
1. TikTok Shop Affiliate
Sebagai platform social media yang digunakan oleh > 108 juta pengguna di Indonesia, TikTok memiliki affiliate program yang menggabungkan antara konten dengan direct selling. Produk/layanan kamu akan dipromosikan oleh pihak afiliasi melalui konten video/live stream di TikTok dan mereka mendapat komisi dari setiap pembelian produk lewat link yang dicantumkan.
Kalau brand-mu menjual produk seputar rumah tangga atau fashion, program dari TikTok Shop ini bisa jadi pilihan.
2. Shopee Affiliate Program
Shopee Affiliate Program merupakan salah satu program afiliasi yang paling populer di Indonesia. Melalui program ini, brand bisa memanfaatkan para content creator, influencer, maupun pengguna aktif Shopee untuk mempromosikan produk lewat link affiliate yang dibagikan di media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, hingga X.
Keunggulan Shopee Affiliate ada pada ekosistem marketplace-nya yang sudah familiar di kalangan konsumen Indonesia. Hal ini membuat audiens cenderung lebih mudah percaya dan langsung melakukan pembelian karena mereka sudah terbiasa bertransaksi di platform tersebut.
Program ini cocok untuk brand yang menjual produk kecantikan, fashion, kebutuhan ibu dan anak, hingga gadget dan aksesoris. Apalagi jika brand-mu sering menawarkan promo seperti gratis ongkir, diskon, atau flash sale, karena faktor-faktor ini bisa mendorong conversion jadi lebih tinggi.
3. Traveloka Affiliate Program
Bukan cuma produk fisik, bisnis di bidang jasa juga bisa memanfaatkan affiliate marketing. Salah satu contohnya adalah Traveloka Affiliate Program. Program ini memungkinkan afiliasi mempromosikan layanan seperti hotel, tiket pesawat, aktivitas wisata, hingga kebutuhan perjalanan lainnya, lalu mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang berhasil.
Model affiliate seperti ini cocok untuk brand di industri travel, hospitality, atau lifestyle yang ingin menjangkau audiens dengan minat bepergian. Dengan bantuan affiliate, promosi bisa terasa lebih relevan karena biasanya dikemas dalam bentuk rekomendasi destinasi, itinerary liburan, review hotel, atau tips traveling yang lebih personal dan meyakinkan.
Kalau brand-mu bergerak di sektor pariwisata atau layanan pendukung perjalanan, affiliate marketing seperti Traveloka bisa jadi strategi yang efektif untuk meningkatkan awareness sekaligus penjualan.
Diskusikan strategi marketing yang tepat buat bisnismu bareng Mediatics!
Setelah memahami contoh affiliate marketing di Indonesia, saatnya menentukan strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mu.
Yuk, diskusikan strategi marketing yang tepat buat bisnismu bareng Mediatics!